Perumdam Tiara Serahkan Kandang dan Ayam Petelur untuk Meringankan Beban Korban Kebakaran

Lombok Tengah – Dalam situasi sulit yang dihadapi oleh dua santri korban kebakaran di Kecamatan Batukliang Utara, biaya pengobatan sempat terhenti karena keterbatasan dana. Menyadari kondisi ini, Wakil Bupati Lombok Tengah, HM Nursiah, bersama Direktur Utama PERUMDAM Tiara dan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Lombok Tengah, berinisiatif untuk turun langsung memberikan bantuan. Pada hari Sabtu, 13 Juni 2026, mereka menyerahkan bantuan pengobatan serta dukungan berupa kandang dan ayam petelur, sebagai upaya untuk meringankan beban ekonomi keluarga korban.
Bantuan untuk Meringankan Beban Ekonomi Korban
Pemberian bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah untuk membantu keluarga yang sedang berjuang menghadapi kesulitan ekonomi. Hingga saat ini, keluarga korban masih berusaha keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan melanjutkan pengobatan yang sempat terhenti.
Kondisi Korban yang Memprihatinkan
Dalam kunjungannya ke rumah korban, Wakil Bupati Lombok Tengah HM Nursiah menyatakan keprihatinan dan rasa sedihnya terhadap kondisi kedua santri yang telah menjalani pengobatan selama lima bulan namun belum menunjukkan tanda-tanda kesembuhan dari luka bakar yang diderita.
Pernyataan Wakil Bupati
“Kami merasakan kesedihan yang mendalam atas musibah yang menimpa anak-anak kita ini. Semoga insiden serupa tidak terjadi lagi di masa depan. Pemerintah daerah berkomitmen untuk memberikan perhatian dan dukungan yang diperlukan untuk meringankan beban keluarga korban,” ungkap HM Nursiah.
Komitmen Lanjutan dari Pemerintah
Selain memberikan bantuan berupa kandang dan ayam petelur, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah juga bertekad untuk melanjutkan pengobatan bagi korban yang sebelumnya terhenti akibat masalah biaya.
Rencana Pengobatan Lanjutan
“Insya Allah, pada hari Senin, kami akan membawa korban ke RSUP untuk melanjutkan proses pengobatan. Sebelumnya, pengobatan sempat terhenti karena biaya tidak lagi ditanggung oleh BPJS, sehingga keluarga mengalami kesulitan. Pembiayaan ini akan dibantu melalui PERUMDAM Tiara sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang membina wilayah Batukliang Utara,” jelasnya.
Dukungan dari PERUMDAM Tiara
Di sisi lain, Bambang Supratomo, S.IP, MM, selaku Direktur Utama PERUMDAM Tiara Lombok Tengah, menegaskan bahwa pihaknya siap mendampingi proses pengobatan korban hingga mereka mendapatkan perawatan yang lebih baik.
Perhatian Khusus bagi Korban
“Bersama Pak Wakil Bupati, kami melihat secara langsung kondisi korban yang masih mengalami luka bakar cukup parah dan memerlukan perawatan intensif. PERUMDAM akan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta puskesmas untuk memastikan proses pengobatan korban berjalan dengan baik,” ujarnya.
Bantuan CSR untuk Pemberdayaan Ekonomi
Selain bantuan medis, PERUMDAM Tiara juga menyerahkan bantuan sosial berupa sembako serta kandang dan ayam petelur kepada keluarga korban. Ini merupakan bagian dari upaya untuk memberdayakan ekonomi mereka.
Harapan dari Bantuan yang Diberikan
Bantuan CSR berupa kandang dan ayam petelur diharapkan dapat menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga, dengan harapan hasil penjualan telur dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.
Program Pemberdayaan Ekonomi yang Berkelanjutan
“Program CSR untuk bantuan kandang dan ayam petelur ini sebenarnya telah kami rencanakan sejak lama bersama Pak Wakil Bupati, sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan dan pencegahan stunting. Alhamdulillah, hari ini kami bisa menyalurkannya kepada dua santri yang menjadi korban musibah kebakaran,” tambahnya.
Kesulitan Ekonomi Keluarga Korban
Ia juga mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi keluarga korban sangat memprihatinkan. Bahkan, untuk biaya transportasi menuju rumah sakit, keluarga sering mengalami kesulitan.
Perhatian Terhadap Kebutuhan Sehari-hari
“Tadi saya mendengar langsung cerita dari ibunya. Untuk biaya ojek ke rumah sakit saja mereka kesulitan. Oleh karena itu, kami berharap bantuan ini dapat memberikan tambahan penghasilan sekaligus membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga,” pungkas Bambang.
Dengan adanya dukungan dan perhatian dari pemerintah serta berbagai pihak, diharapkan keluarga korban dapat segera bangkit dari kondisi yang sulit dan menjadikan bantuan ini sebagai langkah awal untuk memperbaiki keadaan ekonomi mereka.





