Pangdam XIII/Merdeka Sapa Masyarakat Saat Salat Idul Fitri 1447 H, TNI Dekat dengan Rakyat

Pangdam XIII/Merdeka, Mayjen TNI Mirza Agus, dan Ketua Persit KCK Daerah XIII/Merdeka, Ny Lely Mirza Agus, beserta prajurit dan pegawai negeri sipil, menjalankan salat Idul Fitri 1447 Hijriah di lapangan Makodam XIII/Merdeka yang terletak di Kota Manado, Sulawesi Utara pada Sabtu, 21 Maret 2026. Momen ini tidak hanya menjadi ajang ibadah, tetapi juga memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat.
Tradisi Salat Idul Fitri di Makodam XIII/Merdeka
Pelaksanaan salat Idul Fitri di Makodam XIII/Merdeka menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun. Tahun ini, masyarakat Kota Manado menunjukkan antusiasme tinggi dengan hadir secara beramai-ramai untuk melaksanakan salat berjamaah. Momen ini sekaligus menegaskan hubungan erat antara TNI dan rakyat, serta mencerminkan kedekatan prajurit Kodam XIII/Merdeka dengan komunitas sekitar.
Silaturahmi dan Harmoni dalam Beribadah
Selain sebagai sebuah ibadah, salat Idul Fitri juga berfungsi sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi di antara warga. Kehadiran Pangdam XIII/Merdeka di tengah masyarakat menjadi simbol penting dari persatuan dan kebersamaan dalam menjaga harmoni antar umat.
Dalam khutbah yang disampaikan oleh Ketua MUI Kota Manado, KH Yaser bin Salim Bachmid, Lc, sebagai khatib, ia mengajak jamaah untuk menjadikan perayaan Idul Fitri sebagai momentum untuk memperkuat keimanan serta meningkatkan ketakwaan. Lebih jauh, beliau menekankan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Pentingnya Momen Idul Fitri bagi TNI
Pangdam XIII/Merdeka, Mayjen TNI Mirza Agus, dalam kesempatan tersebut menekankan bahwa Idul Fitri 1447 Hijriah merupakan waktu yang tepat untuk melakukan introspeksi diri. Ia mendorong semua pihak untuk memperkuat silaturahmi, meningkatkan keimanan, serta mengedepankan kepedulian sosial, khususnya antara TNI dan masyarakat.
“Idul Fitri bukan sekadar perayaan, melainkan waktu untuk kembali kepada fitrah, memperkokoh silaturahmi, serta memperdalam keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ungkapnya.
Nilai-Nilai dalam Idul Fitri
Mayjen TNI Mirza Agus juga menegaskan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam perayaan Idul Fitri, seperti kesucian, keimanan, dan persatuan, harus menjadi landasan dalam setiap tugas yang diemban. Hal ini diharapkan agar prajurit Kodam XIII/Merdeka tetap bersikap profesional dan responsif dalam menjaga stabilitas wilayah, terutama di Sulawesi Utara, serta memperkuat kolaborasi antara TNI dan masyarakat.
- Kesucian dan keimanan sebagai penggerak utama
- Pentingnya sinergi antara TNI dan masyarakat
- Menjaga stabilitas wilayah sebagai prioritas
- Peningkatan kepedulian sosial di tengah masyarakat
- Memperkuat persatuan dalam keberagaman
Tematik Perayaan Idul Fitri 1447 H
Perayaan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H mengusung tema “Idul Fitri Membentuk Mental Prajurit TNI yang PRIMA dan Memegang Teguh Nilai-nilai Tauhid untuk Indonesia Maju”. Tema ini tidak hanya menekankan komitmen TNI dalam membentuk prajurit yang profesional dan responsif, tetapi juga menggarisbawahi pentingnya nilai spiritual dalam pengabdian kepada bangsa.
Dengan tema tersebut, diharapkan setiap prajurit mampu mengintegrasikan ketangguhan mental dan nilai-nilai spiritual dalam setiap langkah pengabdian mereka. Hal ini menjadi sangat relevan di tengah tantangan yang dihadapi oleh bangsa, di mana integritas dan komitmen terhadap tugas sangat dibutuhkan.
Menjaga Semangat Pengabdian
Pangdam XIII/Merdeka mengajak seluruh prajurit, Aparatur Sipil Negara (ASN), dan masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan. Ia menekankan pentingnya semangat pengabdian kepada bangsa dan negara, terutama di tengah dinamika yang sedang berlangsung saat ini.
“Saya mengajak seluruh komponen untuk tetap bersatu dan meningkatkan semangat dalam menjalankan tugas. Mari kita bersama-sama menjaga keutuhan dan stabilitas bangsa,” pungkasnya.
Dengan semangat kebersamaan yang ditunjukkan dalam perayaan Idul Fitri ini, diharapkan dapat menjadi dorongan bagi semua pihak untuk terus bekerja sama dalam menjaga keamanan dan kesejahteraan masyarakat. Dalam konteks ini, hubungan harmonis antara TNI dan rakyat menjadi semakin penting dalam menciptakan stabilitas dan kedamaian di seluruh wilayah, khususnya di Sulawesi Utara.
