Buka MTQ ke-59 Kota Medan, Rico Waas Tegaskan Pentingnya Syiar dan Penguatan Nilai Al-Qur’an

MTQ ke-59 Kota Medan baru saja dibuka dengan semangat yang menggebu-gebu. Rico Waas, dalam sambutannya, menegaskan bahwa Musabaqah Tilawatil Qur’an ini bukan sekadar kompetisi, melainkan juga momentum yang sangat penting untuk menyebarluaskan ajaran Islam. Ia menggarisbawahi perlunya penguatan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, agar masyarakat dapat lebih menghayati dan mengamalkan ajaran tersebut.
MTQ Sebagai Kebanggaan Kota Medan
Rico Waas menyatakan bahwa MTQ merupakan sebuah kebanggaan bagi Kota Medan. Ia berharap, melalui event ini, akan lahir generasi qori dan qoriah yang tidak hanya berprestasi di tingkat daerah, tetapi juga mampu bersaing di level provinsi, nasional, bahkan internasional. Harapan ini sejalan dengan agenda untuk mencetak calon-calon pemimpin masa depan yang berakhlak mulia dan memahami nilai-nilai Al-Qur’an.
Pentingnya Penyelenggaraan yang Transparan
Dalam kesempatan tersebut, Rico juga menekankan pentingnya penyelenggaraan MTQ yang berlangsung secara lancar dan efisien. Ia menginginkan adanya sistem penilaian yang transparan dan profesional, sehingga dapat melahirkan peserta terbaik yang bisa menjadi contoh bagi masyarakat. Keberhasilan MTQ bukan hanya diukur dari banyaknya peserta, tetapi juga dari kualitas dan integritas perlombaan itu sendiri.
Penguatan Kualitas Penyelenggaraan MTQ
Rico mengapresiasi kemajuan dalam penyelenggaraan MTQ tahun ini. Ia menyoroti peningkatan kualitas dari sisi penataan lokasi dan partisipasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari seluruh kecamatan. Hal ini menunjukkan bahwa MTQ tidak hanya melibatkan peserta, tetapi juga mendorong perekonomian lokal dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Pentingnya Pemanfaatan Teknologi
Dalam era digital ini, Rico juga mengingatkan akan pentingnya pemanfaatan teknologi secara bijak. Ia mengajak semua pihak untuk tidak melupakan nilai-nilai keagamaan yang terkandung dalam Al-Qur’an saat menggunakan teknologi. Dengan begitu, teknologi dapat menjadi alat yang mendukung syiar Al-Qur’an, bukan sebaliknya.
Makna Tema MTQ ke-59
MTQ ke-59 Kota Medan mengangkat tema yang sangat relevan, yaitu “Membangun Ketaatan yang Hakiki kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya menuju Medan Bertuah”. Tema ini terinspirasi dari Surah An-Nisa ayat 59 yang berbicara tentang ketaatan kepada Allah, Rasul, dan pemimpin. Melalui tema ini, diharapkan seluruh peserta dan masyarakat dapat lebih mendalami makna ketaatan dalam kehidupan sehari-hari.
Pelaksanaan dan Partisipasi dalam MTQ
Koordinator Penyelenggara MTQ ke-59, HM Sofyan, melaporkan bahwa kegiatan ini akan berlangsung dari tanggal 11 hingga 18 April 2026. Sebanyak 692 peserta dari 21 kecamatan, termasuk madrasah aliyah negeri dan swasta, akan ambil bagian dalam perlombaan ini. Pelaksanaan MTQ diawali dengan pawai ta’aruf yang melibatkan sekitar 11.000 peserta, menunjukkan antusiasme tinggi dari masyarakat.
- Tanggal pelaksanaan: 11–18 April 2026
- Jumlah peserta: 692 dari 21 kecamatan
- Pawai ta’aruf: 11.000 peserta
- Cabang perlombaan: 8 cabang
- Partisipasi UMKM: 112 pelaku usaha
Cabang-Cabang Perlombaan yang Dipertandingkan
MTQ ke-59 menawarkan delapan cabang perlombaan yang sangat menarik. Cabang-cabang tersebut meliputi seni baca Al-Qur’an, qira’at, hafalan, tafsir, fahm, syarh, kaligrafi, serta karya tulis ilmiah Al-Qur’an. Dengan beragam cabang ini, diharapkan peserta dapat menunjukkan bakat dan kemampuan terbaik mereka dalam menghayati serta mengamalkan ajaran Al-Qur’an.
Pameran dan Kegiatan Pendukung
Selain perlombaan, MTQ juga dimeriahkan dengan pameran yang melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) serta bazar UMKM yang diikuti oleh 112 pelaku usaha. Keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan ini menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat dalam memajukan syiar Al-Qur’an. Bazar UMKM juga memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk mempromosikan produk mereka, sekaligus memperkuat perekonomian lokal.
Manfaat Syiar Al-Qur’an bagi Masyarakat
Syiar Al-Qur’an memiliki dampak positif yang signifikan bagi masyarakat. Dengan adanya MTQ, masyarakat tidak hanya diajak untuk mengenal lebih dekat ajaran Al-Qur’an, tetapi juga untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah beberapa manfaat dari syiar Al-Qur’an:
- Meningkatkan pemahaman agama di kalangan masyarakat.
- Mendorong generasi muda untuk lebih mencintai Al-Qur’an.
- Menumbuhkan rasa kebersamaan dan persatuan dalam masyarakat.
- Meningkatkan kreativitas dan bakat di bidang seni baca Al-Qur’an.
- Memperkuat ekonomi lokal melalui partisipasi UMKM.
Peran Pemerintah dan Masyarakat
Pemerintah memiliki peran yang sangat penting dalam menyukseskan MTQ dan syiar Al-Qur’an. Dukungan dari pemerintah daerah, baik dalam hal pembiayaan, fasilitas, maupun promosi sangat dibutuhkan. Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan untuk aktif berpartisipasi, tidak hanya sebagai penonton, tetapi juga sebagai pelaku dalam kegiatan syiar ini.
Menjaga Nilai-Nilai Al-Qur’an dalam Kehidupan Sehari-hari
Syiar Al-Qur’an seharusnya tidak hanya berhenti di MTQ. Masyarakat perlu menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mengamalkan ajaran Al-Qur’an, masyarakat dapat membangun karakter yang baik, sehingga akan tercipta lingkungan yang harmonis dan saling menghormati.
Pendidikan Al-Qur’an untuk Generasi Muda
Pendidikan Al-Qur’an harus menjadi prioritas dalam kurikulum pendidikan di sekolah-sekolah. Dengan memberikan pendidikan yang baik tentang Al-Qur’an, generasi muda akan tumbuh menjadi individu yang berakhlak mulia. Hal ini juga akan menciptakan masyarakat yang lebih religius dan beradab.
Pentingnya Kerjasama dalam Syiar Al-Qur’an
Syiar Al-Qur’an memerlukan kerjasama yang solid antara berbagai pihak. Baik pemerintah, masyarakat, maupun lembaga pendidikan perlu bersinergi untuk meneruskan pesan-pesan Al-Qur’an. Dengan kerjasama ini, diharapkan syiar Al-Qur’an dapat lebih luas, menyentuh berbagai lapisan masyarakat, dan memberikan dampak yang lebih besar.
Mewujudkan Medan Bertuah
Dengan tema “Membangun Ketaatan yang Hakiki kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya menuju Medan Bertuah”, MTQ ke-59 diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mewujudkan visi Kota Medan sebagai kota yang bertuah. Setiap individu diharapkan dapat berkontribusi dalam menciptakan suasana yang kondusif untuk syiar Al-Qur’an, sehingga cita-cita bersama bisa tercapai.
Dalam konteks inilah, MTQ ke-59 bukan hanya menjadi sebuah acara, tetapi juga sebuah gerakan untuk memperkuat iman dan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Sebuah momentum yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh seluruh lapisan masyarakat, agar syiar Al-Qur’an bisa terus hidup dan berkembang di tengah-tengah kita.
